Cari Blog Ini

Rabu, 19 Februari 2014

Bayern Sudah Lewati 100 Gol Musim Ini

Official Soccer - Arsenal dan Bayern Munich sama-sama menorehkan statistik terkait angka 100. Toni Kroos memberi Die Roten gol ke-100 musim ini, sementara Wojciech Szczesny dapat kartu merah ke-100 The Gunners bersama Arsene Wenger.

Di Emirates Stadium, Kamis (20/1/2014) dinihari WIB, Arsenal menelan kekalahan 0-2 saat menjamu Bayern Munich di leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Gol dari Toni Kroos dan Thomas Mueller memberi tim tamu keunggulan dan jalan lebar menuju babak delapan besar.

Ada banyak momen dan insiden terjadi dalam laga tersebut, dengan yang jadi highlight tentu saja kegagalan dua penalti. Mesut Oezil gagal memberi timnya keunggulan di awal laga karena eksekusinya ditepis kiper Manuel Neuer, sementara tendangan Alaba dari titik putih melebar.

Setelah bermain imbang 0-0 di babak pertama, Bayern memecah kebuntuan lewat gol Toni Kroos di menit 54. Tendangan jarak jauh Kroos yang bersarang di gawang The Gunners tersebut merupakan gol ke-100 Bayern di seluruh kompetisi sepanjang musim ini. Bayern lantas menambah satu gol lagi melalui aksi Mueller, yang membuat jumlah gol mereka menjadi 101.

Skuat besutan Josep Guardiola sudah membuat 57 gol di Bundesliga, 16 di Piala Liga Jerman, 19 di Liga Champions, dua di Piala Super Spanyol, dua di Piala Super UEFA, dan lima di Piala Dunia Antarklub.

Sementara buat Arsenal, kartu merah yang didapat Szczesny merupakan yang ke-100 diterima pemain Arsenal sejak Wenger menjadi manajer klub tersebut di tahun 1996 silam. Demikain dikutip dari Opta.

Diego Costa Bawa Atletico Menang 1-0 Atas Milan

MILAN - Atletico Madrid membawa pulang poin penuh saat melawat ke San Siro untuk menghadapi AC Milan pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (19/2/2014) waktu setempat atau Kamis (20/2) dini hari WIB. Gol Diego Costa membuat Atletico menang 1-0 atas Rossoneri.

Menang satu gol dan tanpa kebobolan di kandang lawan, membuat peluang Atletico untuk melangkah ke perempat final kian besar. Pasalnya, giliran mereka yang akan menjamu Milan di Vicente Calderon dalam leg kedua yang berlangsung pada 11 Maret mendatang.

Milan mendapatkan banyak tekanan sejak peluit kick-off berbunyi. Meski demikian, barisan belakang Rossoneri bisa mengantisipasi setiap serangan tim tamu, sehingga tak ada peluang berbahaya yang mengancam gawang Cristian Abbiati.

Justru tuan rumah yang memperoleh peluang sangat bagus pada menit ke-15 lewat Kaka. Playmaker asal Brasil ini menerima umpan diagonal Adel Taarabt dan melepaskan tendangan keras. Tetapi Thibaut Courtois melakukan penyelamatan gemilang karena bisa menepis si kulit bundar.

Milan kembali memberikan ancaman pada menit ke-31. Mario Balotelli yang melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti, memberikan umpan tarik dengan tumitnya kepada Kaka. Mantan gelandang Real Madrid ini melepaskan tendangan keras, tetapi bola masih tipis di atas mistar gawang, sehingga selamatlah Atletico dari kebobolan.

Hingga babak pertama usai, tak ada gol yang tercipta. Secara keseluruhan, permainan kedua tim berimbang meski Milan yang lebih banyak mendapatkan peluang bagus.

Di babak kedua, Milan mendapatkan peluang pada menit ke-58 melalui Kaka. Sayang, tendangan pemain Brasil ini dari dalam kotak penalti tak menemui sasaran, karena melenceng tipis di sisi kanan gawang Atletico.

Justru Atletico yang bisa mencetak gol pada menit ke-83 melalui sundulan striker andalannya, Diego Costa. Striker internasional Spanyol ini memanfaatkan kesalahan bek Milan, Ignazio Abate, yang justru memberikan umpan kepada Costa di tiang jauh ketika dia bermaksud membuang bola dengan sundulannya saat terjadi tendangan pojok. Costa pun menyundul si kulit bundar yang bersarang di sisi kanan gawang. Skor 1-0 bertahan sampai laga usai.

Berdasarkan statistik UEFA, Milan unggul ball possession di mana perbandingannya adalah 53 dan 47. Tetapi serangan berbahaya ke gawang lawan menjadi milik Atletico yang melakukannya sebanyak 31 kali, sedangkan Milan 24 kali.

- Susunan pemain

AC Milan (4-2-3-1): Christian Abbiati; Mattia De Sciglio (Ignazio Abate 26'), Daniele Bonera, Adil Rami, Urby Emanuelson; Michael Essien, Nigel de Jong; Andrea Poli (Kevin Constant 85'), Adel Taarabt, Kaka; Mario Balotelli (Giampaolo Pazzini 78')
Pelatih: Clarence Seedorf

Atletico Madrid (4-4-2): Thibaut Courtois; Diego Godin, Juanfran, Emiliano Insua, Miranda; Mario Suarez, Koke, Arda Turan (Cristian Rodríguez 74'), Gabi Fernández; Raul Garcia (Adrián 80'), Diego Costa
Pelatih: Diego Simeone

Libas Arsenal 2-0 di Emirats,Bayern Kian Dekat ke Perempat Final

LONDON - Bayern Muenchen selangkah lebih dekat menuju perempat final Liga Champions setelah menang 2-0 atas Arsenal di leg pertama babak 16 besar, Rabu (19/2/2014) waktu setempat atau Kamis (20/2) dini hari WIB, di Emirates Stadium. Dengan dua gol tandang ini, pekerjaan Bayern menjadi sangat ringan ketika menjamu Arsenal di Allianz Arena pada 11 Maret mendatang.

Ya, modal dua gol tandang ini memberikan tekanan yang sangat besar bagi Arsenal jika ingin membalikkan keadaan. The Gunners harus menang dengan selisih lebih dari dua gol untuk menghentikan laju sang juara bertahan.

Laga ini pun diwarnai dua kegagalan dalam eksekusi penalti, yang diperoleh masing-masing tim. Kartu merah pun turut menjadi bumbu, setelah kiper Arsenal Wojciech Szczesny diusir pada babak kedua.

Duel sesama tim yang mengusung sepak bola menyerang ini berlangsung dalam tempo tinggi sejak kick-off. Arsenal mengawali laga dengan langsung bermain agresif. Tetapi Bayern tampaknya sudah siap meladeninya sehingga barisan belakang The Bavarian tetap tenang menghadapi serbuan pasukan Meriam London.

Malah pada menit ketiga, Bayern mendapatkan peluang sangat bagus. Membangun serangan dari belakang, tim besutan Pep Guardiola ini mengancam gawang Arsenal lewat tendangan Toni Kroos dari luar kotak penalti. Beruntung bagi tuan rumah karena penjaga gawang Wojciech Szczesny sangat sigap mengantisipasinya sehingga bisa menepis bola yang meluncur ke pojok kiri atas gawangnya.

Setelah itu, Arsenal kembali melancarkan serangan yang membahayakan gawang Bayern. Pada menit keenam, Yaya Sanogo melepaskan tendangan yang masih bisa dihalau Manuel Neuer. Hanya berselang dua menit, Arsenal mendapatkan hadiah penalti menyusul pelanggaran terhadap Mesut Oezil yang dilakukan Jérome Boateng, yang berusaha menghalau penetrasi gelandang internasional Jerman tersebut.

Neuer menjadi pahlawan karena berhasil menepis tendangan Oezil. Meski sudah bergerak ke kiri, tetapi tangan kanan Neuer masih bisa menjangkau bola yang diarahkan Oezil ke tengah gawang.

Arsenal terus berusaha memegang kendali permainan, meski mereka harus mewaspadai daya serang Muenchen ketika mampu menguasai bola. Pada menit ke-23, The Gunners mendapatkan peluang lewat Alex Oxlade-Chamberlain yang sendirian menusuk ke kotak penalti. Tetapi Neuer bergerak cepat meninggalkan sarangnya untuk menghalau keluar si kulit bundar.

Menit ke-34, Bayern mendapatkan peluang ketika David Alaba memberikan umpan tarik kepada Arjen Robben yang berdiri di dalam kotak penalti. Sayang, tendangan kaki kiri winger asal Belanda ini mengenai Per Mertesacker, sehingga selamatlah gawang Arsenal dari kebobolan.

Petaka menimpa Arsenal pada menit ke-38 ketika Szczesny diganjar kartu merah karena melanggar Robben, yang menerima umpan lambung dari lapangan tengah. Szczesny terpaksa menjatuhkan Robben, yang dengan sempurna mengontrol bola sehingga memiliki peluang sangat besar untuk mencetak gol jika tak dijatuhkan.

Arsene Wenger memutuskan untuk menarik keluar Santi Cazorla dan memasukkan kiper pengganti, Lukasz Fabianski. Rupanya keadilan yang berbicara dalam laga ini, karena setelah Arsenal gagal mencetak gol lewat penalti, kini giliran Bayern yang mengalami hal serupa. Alaba yang menjadi eksekutor tak bisa mencetak gol karena tendangannya melebar ke sisi kanan gawang tuan rumah. Skor tetap 0-0.

Unggul jumlah pemain, Bayern mulai menguasai jalannya pertandingan. Tetapi hingga peluit tanda jeda pertandingan dibunyikan, tak ada gol yang tercipta.

Bayern memegang kendali permainan di awal babak kedua. Robben kerab menghadirkan ancaman karena sayatannya dari sayap kanan membuat barisan belakang Arsenal cukup kewalahan. Gol yang dinantikan Bayern pun tercipta pada menit ke-54 lewat tendangan kaki kanan Toni Kroos dari luar kotak penalti, setelah menerima umpan dari Lahm yang lebih dulu bekerja sama dengan Robben. Gol tandang yang tentu saja sangat penting bagi Bayern untuk memuluskan langkah ke perempat final.

Arsenal benar-benar dipaksa bertahan dan harus siap menerima ancaman. Mertesacker yang memimpin barisan belakang Arsenal harus konsentrasi untuk menghadapi gempuran dari berbagai penjuru agar gawang Fabianski tak menjadi lumbung gol.

Usaha Bayern mendapatkan gol kedua bisa terwujud pada menit ke-88 melalui sundulan Thomas Mueller, yang masuk menggantikan Mandzukic. Gol ini berawal dari umpan Philipp Lahm di sisi kanan, dan pergerakan Pizarro yang menarik bek Arsenal untuk membuka ruang bagi Mueller yang bergerak dari belakang. Tanpa halangan, Mueller menyundul bola yang bersarang di pojok kiri bawah gawang. Skor 2-0 bertahan sampai laga usai.

Berdasarkan data statistik UEFA, Bayern sangat mendominasi laga karena perbandingan ball-possession adalah 73 berbanding 27. Sedangkan untuk serangan berbahaya, Bayern melakukannya sebanyak 42 kali dan Arsenal cuma 10.

- Susunan pemain

Arsenal (4-2-3-1): Szczesny; Sagna, Mertesacker, Koscielny, Gibbs (Nacho Monreal 30'); Wilshere, Flamini; Oezil, Oxlade-Chamberlain (Tomas Rosicky 74'), Santi Cazorla (Lukasz Fabianski 39'); Sanogo.
Pelatih: Arsene Wenger

Bayern Muenchen (4-2-3-1): Neuer; Dante, Alaba, Jérome Boateng (Rafinha 46'), Lahm; Kroos, Javi Martínez; Thiago Alcántara (Claudio Pizarro 78'), Robben, Goetze; Mandžukic (Thomas Mueller 63')
Pelatih: Josep Guardiola