Cari Blog Ini

Senin, 01 Juli 2013

Hancurkan Spanyol 3-0, Brasil Pertahankan Gelar Konfederasi

RIO DE JANEIRO — Brasil memastikan diri keluar sebagai juara Piala Konfederasi 2013 setelah mengalahkan Spanyol dengan skor 3-0, sekaligus mempertahankan gelar tersebut untuk ketiga kalinya. Bomber Fred menjadi bintang kemenangan skuad asuhan Luiz Felipe Scolari ini lewat dua golnya di menit ke-3 dan ke-47, sementara pemain Barcelona Neymar menyumbang satu gol di menit ke-44.

Pertandingan yang digelar di Estadio Maracana, Rio de Janeiro, Minggu (30/6/2013) malam atau Senin pagi WIB ini, juga diwarnai penalti gagal Sergio Ramos dan kartu merah untuk Gerard Pique.

Bermain menekan sejak awal, Brasil langsung memimpin pada menit kedua lewat gol Fred. Berawal dari kesalahan lini belakang Spanyol dalam mengantisipasi umpan lambung Hulk, Fred meneruskan bola ke gawang Iker Casillas

Oscar nyaris menambah keunggulan Brasil pada menit ke-8, tetapi sontekannya dari area kotak penalti Spanyol masih melebar. Tak puas membombardir gawang Spanyol, Paulinho ganti mengancam lewat tendangan jarak jauhnya, tetapi masih bisa diselamatkan Iker Casillas.

Peluang terbaik Spanyol didapatkan Andres Iniesta pada menit ke-19 melalui tendangan dari luar kotak penalti. Namun, tembakannya tersebut masih dapat diamankan oleh Julio Cesar. Fred nyaris menambah koleksi golnya pada menit ke-30, tetapi tembakannya masih gagal menaklukkan Casillas yang berada dalam posisi berhadapan dengannya.

Peluang lain untuk Spanyol diperoleh pada menit ke-40 ketika Pedro merangsek ke kotak penalti Brasil dan melepaskan tembakan ke sudut gawang melewati Julio Cesar. Namun, secara luar biasa, David Luiz mengamankan gawang Brasil dengan menyapu bola sebelum melewati garis gawang.

Di pengujung babak pertama, Neymar akhirnya menambah keunggulan Samba. Lewat kerja sama dengan Oscar, Neymar yang luput dari penjagaan membobol gawang Spanyol dari sisi kiri kotak penalti La Furia Roja.

Pada babak kedua Spanyol kembali tak diberi kesempatan oleh Brasil. Fred lagi-lagi muncul sebagai mimpi buruk untuk Casillas dengan gol keduanya, menyelesaikan umpan dari Neymar. Dari sudut kiri kotak penalti,Fred melepaskan tembakan yang bersarang di pojok kanan gawang Iker Casillas.

Spanyol mendapat peluang memperkecil keadaan saat wasit menghadiahkan penalti menyusul pelanggaran Marcelo terhadap Navas pada menit ke-54. Namun, Sergio Ramos yang mengambil tugas tersebut gagal menjebol gawang Brasil setelah penaltinya melebar ke sisi gawang. Penderitaan Spanyol semakin bertambah setelah Gerard Pique mendapat kartu merah setelah melanggar Neymar pada menit ke-68.

Sepanjang sisa pertandingan, praktis Brasil lebih menguasai permainan. Namun, lini pertahanan Spanyol masih bisa mematahkan sejumlah peluang tim Samba. Neymar sempat mengancam gawang Spanyol untuk kesekian kalinya, tetapi tendangan yang dilepasnya masih sanggup dimentahkan Casillas. Hingga pertandingan berakhir, tak ada lagi gol yang tercipta.

Kemenangan ini memastikan Brasil mempertahankan gelar Piala Konfederasi untuk ketiga kali berturut-turut. Sebelumnya, Brasil menjuarai turnamen ini pada tahun 2006 dan 2009.

- Susunan pemain

Brasil: 1-Julio Cesar, 2-Daniel Alves, 3-Thiago Silva, 4-David Luiz, 6-Marcelo; 17-Luiz Gustavo, 18-Paulinho (8-Hernanes '88), 11-Oscar; 19-Hulk (23-Jadson, 71), 9-Fred (21-Jo, 80) 10-Neymar
Pelatih: Luiz Felipe Scolari

Spanyol: 1-Iker Casillas; 17-Alvaro Arbeloa (5-Cesar Azpilicueta, 46), 3-Gerard Pique, 15-Sergio Ramos, 18-Jordi Alba; 16-Sergio Busquets, 8-Xavi, 6-Andres Iniesta; 11-Pedro, 13-Juan Mata (22-Jesus Navas, 50), 9-Fernando Torres (7-David Villa, 59)
Pelatih: Vicente del Bosque

Wasit: Bjorn Kuipers

Jumat, 28 Juni 2013

Bonucci: Aku Menggagalkan Kemenangan Italia

FORTALEZA - Defender Juventus, Leonardo Bonucci, mengaku menyesal karena tendangan penaltinya gagal membobol gawang Spanyol pada semifinal Piala Konfederasi 2013, Kamis atau Jumat (28/6/2013) dini hari WIB. Gara-gara kegagalan itu, Italia pun kalah. Padahal, katanya, harusnya Italia lebih pantas ke final.

Sampai 120 menit, Spanyol dan Italia bermain imbang tanpa gol. Adu penalti pun dilakukan. Kedua tim selalu mencetak gol dalam 5 tendangan penalti, sehingga dilanjutkan dengan penendang lainnya. Pada tendangan ke-7, Bonucci gagal. Sementara penendang ke-7 Spanyol, Jesus Navas, sukses mencetak gol. Italia pun dipaksa menyerah 6-7 dalam adu penalti.

"Ada kekecewaan. Kami benar-benar ingin lolos ke final melawan Brasil, tapi penalti adalah sebuah lotere," sesal Bonucci seperti dikutip Sky Sport Italia.

"Kami harus memulai lagi dari pertandingan ini. Kami ingin menjadi protagonis di Piala Dunia nanti (2014)," tambahnya.

Italia bermain dengan skema 3-4-2-1. Meski Spanyol lebih banyak dalam penguasaan bola, tapi serangan Italia lebih sering membahayakan, terutama di babak pertama.

"Kami melihat Italia tampil hebat dan membuat sang juara dunia dalam tekanan. Kami seharusnya memenangkan pertandingan dalam 90 menit," kata Bonucci.

"Kami memeprsiapkan diri dengan baik. Berita kematian Stefano Borgonovo (mantan pemain AC Milan dan Fiorentina) sebelum pertandingan membuat kami memiliki semangat lebih. Kami ingin memenangkan laga dan kami dedikasikan buat dia," tandasnya.

Del Bosque Akui Italia Bikin Spanyol Tertekan

FORTALEZA — Pelatih timnas Spanyol, Vicente del Bosque, memuji penampilan Italia yang mereka hadapi di semifinal Piala Konfederasi, Kamis waktu setempat atau Jumat (28/6/2013) dini hari WIB. Dia pun mengakui, kelelahan membuat perbedaan dalam jangka panjang.

"Itu merupakan penampilan yang hebat dan Italia sangat tangguh, yang dalam hal ini mereka pantas unggul di babak pertama," ujar Del Bosque kepada Rai Sport seusai pertandingan.

"Ketika pertandingan berjalan, kami mulai lebih baik dan pantas meraih kemenangan di waktu tambahan. Secara keseluruhan pertandingan berimbang dan Italia mulai terlihat kelelahan sehingga kami keluar."

Duel ini berakhir imbang 0-0 setelah bermain selama 120 menit. Alhasil, pemenang laga memperebutkan tiket final ini ditentukan lewat adu penalti, dan Spanyol menjadi pemenang dengan skor 7-6. El Matador akan bertemu tuan rumah Brasil di partai puncak, Minggu (30/6/2013).

"Emanuele Giaccherini sangat impresif, seperti Christian Maggio dan juga Andrea Pirlo. Cesare Prandelli pantas mendapatkan kredit atas permainan mereka dari sayap bersama Maggio dan Giaccherini, yang dalam hal ini kecepatan mereka membuat Spanyol tertekan."

"Alberto Gilardino juga bermain fantastis, dia terus-menerus memberikan kesulitan dan memegang bola untuk rekan-rekannya. Dia membuat Mario Balotelli terlupakan."

Casillas: Spanyol Cuma Menang Beruntung

FORTALEZA — Kiper tim nasional Spanyol, Iker Casillas, merasa beruntung negaranya bisa melaju ke babak final Piala Konfederasi 2013. Kemenangan atas Italia di babak semifinal, Kamis atau Jumat (28/6/2013), dianggap Casillas hanya bagai sebuah lotre.

Spanyol menyingkirkan perlawanan alot Italia lewat babak adu penalti. Sepanjang 120 menit pertandingan, termasuk masa perpanjangan waktu, kedua tim bermain imbang tanpa gol. Pemenang pun harus dipastikan lewat adu penalti. Pada drama ini, Leonardo Bonucci gagal menyarangkan bola. Spanyol pun menang 7-6.

"Penalti adalah sebuah lotre. Kami hanya beruntung bisa menang," ungkap Casillas seusai pertandingan.

Casillas mengomentari calon lawan Spanyol di final, yakni Brasil. Menurut Casillas, Spanyol harus bermain lebih baik lagi jika ingin keluar sebagai juara Piala Konfederasi 2013.

"Pada Minggu nanti, kami akan bertemu lawan hebat, Brasil. Kami harus bermain baik untuk memenangi pertandingan," pungkasnya.

Spanyol Kalahkan Italia lewat Adu Penalti

FORTALEZA — Spanyol berhasil melaju ke babak final Piala Konfederasi 2013. Pada laga semifinal Piala Konfederasi 2013 di Stadion Castelao, Fortaleza, Kamis atau Jumat (28/6/2013) dini hari WIB, Spanyol menyingkirkan perlawanan alot Italia lewat babak adu penalti.

Sepanjang 120 menit pertandingan, termasuk masa perpanjangan waktu, kedua tim bermain imbang tanpa gol. Pemenang pun harus dipastikan lewat adu penalti. Pada drama ini, Leonardo Bonucci gagal menyarangkan bola. Spanyol pun menang 7-6.

Pada awal mula pertandingan, Italia sempat tertekan dengan serangan kilat Spanyol. Baru memasuki menit ke-2, Pedro Rodriguez sudah memiliki peluang mencetak gol. Sayangnya, sepakan Pedro dari luar kotak penalti masih menyamping dari sasaran.

Setelah kesempatan pertama tersebut, Italia bertahan dengan sangat baik. Spanyol memang memegang penuh kendali serangan. Namun, upaya Andres Iniesta dkk selalu gagal menembus rapatnya trio bek Italia yang bermain di Juventus, Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci, dan Giorgio Chiellini.

Italia justru berhasil menghadirkan ancaman bagi gawang La Furia Roja yang dikawal Iker Casillas. Pada menit ke-15, Alberto Gilardino mendapatkan umpan silang mendatar dari Christian Maggio. Akan tetapi, tembakan Gilardino masih melenceng dari gawang Casillas.

Dua menit berselang, Italia mempunyai dua peluang mencetak gol. Namun, lagi-lagi, kesempatan kali ini yang didapat Maggio dan Daniele De Rossi masih gagal menggetarkan jala Spanyol.

Pasukan Cesare Prandelli mengandalkan serangan balik yang cukup efektif. Sepuluh menit sebelum jeda, Maggio memperoleh peluang terbaik dalam laga tersebut. Umpan Emanuele Giaccherini disambut sundulan Maggio dari jarak dekat. Namun, Casillas tampil menawan di bawah mistar dengan menahan sundulan tersebut.

Satu menit kemudian, gantian Spanyol memberikan tekanan. Fernando Torres nyaris menambah pundi-pundi golnya di ajang ini. Mengecoh Barzagli, Torres lantas melepaskan sepakan kaki kiri yang gagal dihalau Buffon. Sayangnya, bola tembakan Torres hanya menyamping tipis dari gawang Italia. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 0-0.

Pada babak kedua, Italia tampil semakin bagus. Para gelandang Gli Azzurri yang dikomandoi Andrea Pirlo mulai berani melawan trio gelandang Spanyol, Xavi Hernandez, Sergio Busquets, dan Iniesta.

Sementara itu, Spanyol tampil justru tak seperti biasanya pada babak kedua ini. Tekanan-tekanan serta penguasaan bola yang biasa menjadi andalan Spanyol kali ini berhasil dimatikan Italia.

Sadar permainan tak berkembang, Spanyol mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan memasukkan Jesus Navas menggantikan David Silva. Navas dibutuhkan untuk menambah daya gedor di sektor sayap.

Pada pertengahan babak kedua, Spanyol memperoleh peluang lewat Iniesta. Tak ada rekan yang bisa diumpan, Iniesta secara mengejutkan langsung menggiring bola menembus pertahanan Italia. Pemain Barcelona itu kemudian melepaskan tembakan dari jarak jauh yang ternyata menyamping dari sasaran.

Meski lebih mendominasi, Italia gagal memberikan ancaman berarti sepanjang babak kedua. Spanyol malahan hampir menutup pertandingan pada akhir-akhir waktu normal. Umpan silang Navas disambut Gerard Pique yang merangsek naik ke pertahanan Italia. Namun, tendangan Pique melambung di atas mistar Italia.

Waktu normal 2 x 45 menit berkesudahan tanpa gol. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu 2 x 15 menit.

Memasuki babak ini, kedua tim juga masih tak mampu mencetak gol ke gawang lawan masing-masing. Hanya dua peluang bersih yang didapat kedua tim.

Pada menit ke-99, Giaccherini menerima umpan silang yang langsung disambar dengan tembakan keras kaki kiri. Casillas tak bergerak, tetapi bola hanya membentur tiang gawang.

Lima menit sebelum babak perpanjangan waktu berakhir, giliran Xavi yang melepaskan tendangan membentur tiang. Bola sepakan Xavi membuat Buffon agak kesulitan menahannya. Beruntung bola tak masuk ke gawang Italia.

Dewi Fortuna rupanya memihak ke kubu Spanyol. Pada babak adu penalti, Spanyol sukses menang 7-6. Sampai penendang keenam dari masing-masing tim, seluruhnya sukses menyarangkan bola. Namun, pada penendang ketujuh Italia, Bonucci, tembakannya melenceng jauh dari sasaran. Sementara itu, penentu kemenangan Spanyol adalah Jesus Navas.

Spanyol pun berhak melaju ke partai final setelah menang 7-6 atas Italia. Di final, Spanyol sudah ditunggu tuan rumah, Brasil. Laga final akan dilangsungkan pada Minggu (30/8/2013) di Stadion Maracana.

Susunan pemain
Spanyol: 1-Iker Casillas; 17-Alvaro Arbeloa, 3-Gerard Pique, 15-Sergio Ramos, 18-Jordi Alba; 16-Sergio Busquets; 8-Xavi Hernandez, 6-Andres Iniesta; 21-David Silva (22-Jesus Navas 53), 11-Pedro Rodriguez (13-Juan Mata 79); 9-Fernando Torres (4-Javi Martinez 94)
Pelatih: Vicente del Bosque

Italia: 1-Gianluigi Buffon; 2-Christian Maggio, 15-Andrea Barzagli (18-Riccardo Montolivo 46), 19-Leonardo Bonucci, 3-Giorgio Chiellini; 16-Daniele De Rossi, 21-Andrea Pirlo, 8-Claudio Marchisio (7-Alberto Aquilani 80); 6-Antonio Candreva, 22-Emanuele Giaccherini; 11-Alberto Gilardino (10-Sebastian Giovinco 91)
Pelatih: Cesare Prandelli

Wasit: Howard Webb (Inggris)

Kamis, 27 Juni 2013

Spanyol Vs Italia, Bolong di Pertahanan Halangi Misi Balas Dendam

FORTALEZA — Nyaris satu tahun setelah babak final Piala Dunia 2012, Spanyol dan Italia kembali bertemu. Kedua tim Semenanjung Iberia ini akan saling sikut dalam babak semifinal Piala Konfederasi 2013 di Estadio Governador Placido Aderaldo Castelo, Fortaleza, Kamis (27/3/2013) atau Jumat dini hari WIB tersebut. Namun, Italia dipastikan tidak akan mau mengulang kekalahan memalukan di Stadion Olympic, Kiev, 1 Juli 2012 tersebut.

Ketika itu, Italia kalah 0-4 lewat gol-gol David Silva, Jordi Alba, Fernando Torres, dan Juan Mata. Gli Azzuri jelas akan menempuh cara terbaik untuk bisa membalaskan dendam tersebut meski tentu tak bakal mudah.

Perjalanan Italia di Piala Konfederasi sebenarnya tak terlalu mulus. Menang 2-1 atas Meksiko di pertandingan pertama, Italia harus bersusah payah meladeni Jepang di pertandingan kedua dan terakhir menelan kekalahan 2-4 dari Brasil. Gianluigi Buffon, kiper sekaligus kapten tim Italia, menyoroti penampilan timnya, terutama lini pertahanan.

"Kami harus berhenti kebobolan. Tim dengan bakat dan level kemampuan seperti Italia seharusnya tak membuat kesalahan di lini pertahanan," keluhnya.

Selain itu, mereka dipastikan tak akan diperkuat oleh Mario Balotelli dan Ignazio Abate yang cedera, dan kondisi Riccardo Montolivo dan Andrea Pirlo yang masih meragukan. Sejumlah masalah ini tentu bisa menghalangi misi balas dendam Italia.

Di sisi lain, Spanyol cenderung tak menemui kesulitan dalam berlaga di Piala Konfederasi. Di fase grup, Xavi Hernandez dan kawan-kawan meraup angka sempurna dari tiga kemenangan melawan Uruguay, Tahiti, dan Nigeria. Superioritas juara dunia 2010 ini pun disadari betul oleh Pelatih Italia, Cesare Prandelli.

"Spanyol adalah tim terbaik dunia dan mereka membuktikan itu dalam empat atau lima tahun terakhir. Mereka nyaris sulit dikalahkan," jelas Prandelli.

Meski di atas kertas berada dalam kondisi sedikit lebih unggul, Spanyol tetap ogah bersikap jemawa. "Kami harus waspada pada mereka. Italia sangat superior dan punya banyak pemain yang tampil bagus, terutama Emanuele Giaccherini. Tak adanya Balotelli tak akan menyusahkan mereka. Banyak pemain yang bisa menggantikan Balotelli," tukas entrenador Spanyol, Vicente del Bosque.

Pendapat Del Bosque pun didukung oleh pernyataan salah satu pemainnya, Sergio Busquets. Menurut pilar Barcelona ini, Italia adalah tim dengan pemain-pemain serba bisa.

"Pemain mereka bisa bertukar posisi. Kami tahu betul soal itu dan terus berusaha memikirkan apa yang bisa kami lakukan untuk beradaptasi dengan sistem permainan mereka," kata Busquets.

Secara tersirat ia pun menolak anggapan bahwa Spanyol lebih difavoritkan dalam pertandingan nanti. "Di tahap kompetisi seperti ini tak ada lagi tim favorit. Setiap detail kecil bisa berarti kemenangan menuju final, atau justru kalah," pungkasnya.

Siaran langsung:
Jumat 28 Juni 2013, ANTV  dan TVone, pukul 02.00 WIB LIVE

Perkiraan susunan pemain
Spanyol: Casillas; Alba, Ramos, Pique, Arbeloa; Xavi, Busquets, Iniesta; Pedro, Soldado, Fabregas
Pelatih: Vicente del Bosque

Italia: Buffon; Chiellini, Bonucci, Barzagli; Sciglio, Pirlo, Rossi, Aquilani, Maggio; Shaarawy, Gilardino
Pelatih: Cesare Prandelli

Kemungkinan absen:
Spanyol: -
Italia: Mario Balotelli, Ignazio Abate (cedera), Riccardo Montolivo, Andrea Pirlo (meragukan)

Lima pertemuan terakhir
01-07-2012 Spanyol 4-0 Italia (Final Piala Eropa 2012)
10-06-2012 Spanyol 1-1 Italia (Grup C Piala Eropa 2012)
10-08-2011 Italia 2-1 Spanyol (pertandingan uji coba)
22-06-2008 Spanyol 0-0 Italia (semifinal Piala Eropa 2008)*
26-03-2008 Spain 1-0 Italia (pertandingan uji coba)
*Spanyol menang lewat adu penalti

Performa lima laga terakhir
Spanyol: M-M-M-M-M
Italia: M-S-M-M-K

Scolari: Maju ke Final Sudah Jadi Misi Brasil

BELO HORIZONTE — Pelatih Brasil, Luiz Felipe Scolari, tak sanggup menyembunyikan kegembiraannya atas kesuksesan timnya melaju ke babak final Piala Konfederasi 2013 setelah menekuk Uruguay 2-1 di semifinal. Menurut mantan pelatih Chelsea ini, timnya memang sudah menargetkan maju ke babak final.

"Kami harus memenangkan pertandingan seperti ini untuk belajar cara menang di Piala Dunia. Tim kami diisi banyak pemain muda dan pertandingan seperti ini membantu kami berkembang," jelas pelatih yang berjasa membawa Brasil meraih penta (gelar juara dunia kelima) pada Piala Dunia 2002 ini.

Selecao unggul lebih dulu di babak pertama melalui gol Fred. Sempat dikejutkan oleh gol Edinson Cavani di awal babak kedua, Brasil memastikan kemenangan melalui gol Paulinho empat menit jelang bubaran.

Scolari pun mengeluarkan pujian atas usaha keras para pemainnya.

"Saya tak bisa mengatakan apa-apa lagi. Saya bangga dengan para pemain saya," kata Scolari. Tak lupa Scolari menyoroti dukungan total para suporter serta efeknya bagi tim.

"Para pemain melakukan ini demi para suporter. Karena itu, mereka bisa menghalangi rintangan," pungkas eks pelatih Portugal ini.

Dalam partai final yang digelar pada hari Minggu (30/6/2013) waktu setempat di Stadion Maracana, Brasil akan menghadapi pemenang pertandingan Spanyol melawan Italia.