MANCHESTER - Mantan Manajer Manchester
United, Sir Alex Ferguson, berpendapat, MU bakal membuat keputusan bodoh
seandainya memecat David Moyes yang belum semusim bekerja di Old
Trafford.
Selepas Fergie pensiun pada akhir musim lalu, Moyes
ditunjuk Setan Merah untuk membesut Wayne Rooney dan kawan-kawan dengan
durasi kontrak selama enam tahun. Di tangan Moyes, MU seperti kehilangan
daya saing.
MU telah tersingkir di Piala FA dan Piala Liga
Inggris. Dengan demikian, MU hanya memiliki peluang meraih trofi Premier
League dan Liga Champions. Namun, MU dituntut berjuang keras
mempertahankan gelar juara Premier League, mengingat mereka hingga pekan
ke-22 masih terkunci di peringkat ketujuh dengan merangkum 37 poin,
tertinggal 14 poin dari Arsenal di puncak klasemen.
Beberapa hasil buruk yang diraih MU memunculkan spekulasi dari sejumlah kalangan bahwa Moyes akan segera dipecat.
Fergie
mengaku tidak mengerti mengenai kultur gonta-ganti pelatih. Menurut
Fergie, pelatih membutuhkan waktu untuk meraih kesuksesan bersama klub
barunya.
"Saya tidak bisa mengerti kenapa klub dengan cepat
mengubah manajer. Mereka (dewan direksi) harus membahas kualitas manajar
saat menawarkan pekerjaan dan melihat riwayatnya seperti karakter dan
filosofinya," jelas Fergie.
"Sekarang saat mereka memberikan
pekerjaan, mengapa mereka tak mempertahankan keputusan itu? Terlihat
bodoh bagi saya. Tidak perlu melakukan pemecatan. United bisa melakukan
segala hal. Mereka memiliki filosofi dan sejarah besar," sambungnya.
Fergie
membutuhkan enam tahun untuk membawa MU menjuarai Liga Inggris semenjak
pelatih asal Skotlandia itu menangani MU pada 1986. Selama enam musim
tanpa juara, Fergie hanya mampu membawa MU finis di peringkat ke-11,
peringkat kedua, peringkat ke-11, peringkat ke-13, peringkat keenam, dan
peringkat kedua.
Cari Blog Ini
Sabtu, 25 Januari 2014
Mourinho: Chelsea Stop Belanja
LONDON -
Manajer Jose Mourinho menjelaskan Chelsea tidak akan melepas dan
memboyong pemain tambahan pada bursa transfer musim dingin ini.
"Mudah-mudahan, kami sudah selesai (belanja). Kami tidak ingin merekrut penyerang pada jendela transfer ini,"jelas Mourinho.
Sejauh ini, London Biru telah mendapatkan Bertrand Traore (JC Bobo Dioulasso) dan Nemanja Matic (Benfica). Mohamed Salah kemungkinan besar menjadi pemain terakhir yang direkrut setelah Chelsea mencapai kesepakatan dengan Basel.
Untuk pemain dilepas, Chelsea telah melego Kevin de Bruyne ke VfL Wolfsburg, dan meminjamkan Josh McEachran ke Wigan Athletic, serta Ryan Bertrand ke Aston Villa. Chelsea juga dipastikan melepas Juan Mata dan Michael Essien. Kedua pemain tersebut sedang menyelesaikan proses transfernya ke Manchester United dan AC Milan.
"Mudah-mudahan, kami sudah selesai (belanja). Kami tidak ingin merekrut penyerang pada jendela transfer ini,"jelas Mourinho.
Sejauh ini, London Biru telah mendapatkan Bertrand Traore (JC Bobo Dioulasso) dan Nemanja Matic (Benfica). Mohamed Salah kemungkinan besar menjadi pemain terakhir yang direkrut setelah Chelsea mencapai kesepakatan dengan Basel.
Untuk pemain dilepas, Chelsea telah melego Kevin de Bruyne ke VfL Wolfsburg, dan meminjamkan Josh McEachran ke Wigan Athletic, serta Ryan Bertrand ke Aston Villa. Chelsea juga dipastikan melepas Juan Mata dan Michael Essien. Kedua pemain tersebut sedang menyelesaikan proses transfernya ke Manchester United dan AC Milan.
5 Transfer Pemain Paling Tak Masuk Akal di Premier League
Official Soccer - Kadang tak butuh banyak alasan atau
pertimbangan untuk merekrut pemain ke dalam klub. Asalkan manjamen
tertarik dan kesepakatan telah tercapai antara masing-masing pihak, maka
terjadilah sebuah transfer.
Berikut ini adalah 5 transfer pemain yang dianggap paling tak masuk akal karena terjadi berdasarkan alasan yang sangat sulit atau mustahil untuk dipahami:
5. Andy Carroll dari Newcastle ke Liverpool
Publik dibuat tercengang dengan keputusan Liverpool melego Fernando Torres ke Chelsea awal 2011 lalu. Namun yang lebih membingungkan lagi, manajemen kemudian mendatangkan Andy Carroll dari Newcastle United.
Nah yang membuatnya menjadi tak masuk akal adalah harga sang bomber yang mencapai £35 juta. Padahal jika boleh jujur menilai, penampilan Carroll cuma pantas disebut sebagai pemain medioker.
4. Bebe dari Vitoria Guimaraes ke Manchester United
"Siapa Bebe?" Kalimat itu yang pertama keluar dari mulut hampir setiap orang ketika Sir Alex Ferguson memperkenalkan pemain yang direkrutnya dari tim gurem Portugal, Vitoria Guimaraes, pada 2010 lalu.
Yang membuat orang-orang tak habis pikir, manajemen 'Setan Merah' yang terkenal jeli mencari pemain berbakat sampai berani membayar bomber yang hanya punya pengalaman bermain kompetisi kasta kedua Portugal dengan harga mencapai £9 juta.
3. Julian Faubert dari West Ham ke Real Madrid
Transfer yang satu ini benar-benar tak masuk akal. Di tengah kemilau pemain bintang seperti Rafael van der Vaart, Arjen Robben dan Wesley Sneijder, tiba-tiba, pada akhir Januari 2009, Madrid mendatangkan Faubert dengan status pinjaman dari West Ham.
Sebagai pemain yang tak jelas trek rekornya, Faubert pun langsung 'memesan' satu tempat permanen di bench. Parahnya, selama 6 bulan berseragam Los Blancos, pemain Prancis itu sempat tak ikut latihan akibat salah melihat jadwal dan juga pernah tertangkap kamera tertidur di bangku cadangan ketika timnya tengah bertanding.
2. Park Chu-Young, AS Monaco ke Arsenal
Rasa simpati, mungkin itulah alasan utama Arsenal mau menggaet Park Chu-Young pada 2011 silam. Bisa dibilang The Gunners memang cuma ingin menyelamatkannya dari Monaco yang terdegradasi dari Ligue 1.
Hanya tampil satu kali buat Arsenal sejak pertama datang, kapten Timnas Korea Selatan tersebut dipinjamkan sejak ke Celta Vigo di musim 2012 dan 2013 lalu.
1. Owen Hargreaves, Manchester United ke Manchester City
Entah apa yang ada di pikiran manjamen ManCity saat memboyong Hargreaves pada 2011. Sudah tahu gelandang asal Inggris itu dililit cedera parah dan kambuhan, mereka malah sekonyong-konyong nekad memboyongnya ke Etihad Stadium.
Alhasil, mantan pemain Bayern Munich itu cuma bertahan satu musim saja di ManCity sebelum memilih pensiun. Dan berapa kali dia tampil mengenakan kostum 'Si Biru Langit'? Cuma sekali.
Berikut ini adalah 5 transfer pemain yang dianggap paling tak masuk akal karena terjadi berdasarkan alasan yang sangat sulit atau mustahil untuk dipahami:
5. Andy Carroll dari Newcastle ke Liverpool
Publik dibuat tercengang dengan keputusan Liverpool melego Fernando Torres ke Chelsea awal 2011 lalu. Namun yang lebih membingungkan lagi, manajemen kemudian mendatangkan Andy Carroll dari Newcastle United.
Nah yang membuatnya menjadi tak masuk akal adalah harga sang bomber yang mencapai £35 juta. Padahal jika boleh jujur menilai, penampilan Carroll cuma pantas disebut sebagai pemain medioker.
4. Bebe dari Vitoria Guimaraes ke Manchester United
"Siapa Bebe?" Kalimat itu yang pertama keluar dari mulut hampir setiap orang ketika Sir Alex Ferguson memperkenalkan pemain yang direkrutnya dari tim gurem Portugal, Vitoria Guimaraes, pada 2010 lalu.
Yang membuat orang-orang tak habis pikir, manajemen 'Setan Merah' yang terkenal jeli mencari pemain berbakat sampai berani membayar bomber yang hanya punya pengalaman bermain kompetisi kasta kedua Portugal dengan harga mencapai £9 juta.
3. Julian Faubert dari West Ham ke Real Madrid
Transfer yang satu ini benar-benar tak masuk akal. Di tengah kemilau pemain bintang seperti Rafael van der Vaart, Arjen Robben dan Wesley Sneijder, tiba-tiba, pada akhir Januari 2009, Madrid mendatangkan Faubert dengan status pinjaman dari West Ham.
Sebagai pemain yang tak jelas trek rekornya, Faubert pun langsung 'memesan' satu tempat permanen di bench. Parahnya, selama 6 bulan berseragam Los Blancos, pemain Prancis itu sempat tak ikut latihan akibat salah melihat jadwal dan juga pernah tertangkap kamera tertidur di bangku cadangan ketika timnya tengah bertanding.
2. Park Chu-Young, AS Monaco ke Arsenal
Rasa simpati, mungkin itulah alasan utama Arsenal mau menggaet Park Chu-Young pada 2011 silam. Bisa dibilang The Gunners memang cuma ingin menyelamatkannya dari Monaco yang terdegradasi dari Ligue 1.
Hanya tampil satu kali buat Arsenal sejak pertama datang, kapten Timnas Korea Selatan tersebut dipinjamkan sejak ke Celta Vigo di musim 2012 dan 2013 lalu.
1. Owen Hargreaves, Manchester United ke Manchester City
Entah apa yang ada di pikiran manjamen ManCity saat memboyong Hargreaves pada 2011. Sudah tahu gelandang asal Inggris itu dililit cedera parah dan kambuhan, mereka malah sekonyong-konyong nekad memboyongnya ke Etihad Stadium.
Alhasil, mantan pemain Bayern Munich itu cuma bertahan satu musim saja di ManCity sebelum memilih pensiun. Dan berapa kali dia tampil mengenakan kostum 'Si Biru Langit'? Cuma sekali.
Aguero 3 Gol, City Bangkit dan Menang atas Watford
MANCHESTER - Sempat tertinggal 0-2,
Manchester City bangkit mengalahkan Watford dengan skor 4-2 pada laga
putaran keempat Piala FA di Stadion Etihad, Sabtu (25/1/2014). Sergio
Aguero menjadi pahlawan kemenangan Manchester Biru dengan mencetak
hat-trick.
City dalam tempo setengah jam dipaksa dua kali kebobolan. Gol pertama tim tamu diciptakan Fernando Forestieri pada menit ke-21.
Sembilan menit kemudian, publik Etihad kembali terdiam melihat gawang tim idolanya kebobolan oleh aksi Troy Deeney. Gol Deeney tersebut memastikan keunggulan Watford 2-0 pada babak pertama.
Selepas turun minum, Manajer City Manuel Pellegrini langsung beraksi dengan melakukan pergantian pemain. Ia memainkan Pablo Zabaleta, Vincent Kompany, dan Stevan Jovetic.
Hasilnya, City mampu memperkecil ketertinggalan berkat gol yang diciptakan Sergio Aguero. Bomber asal Argentina tersebut berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan bola muntah dari hasil tembakan Dzeko.
Aguero untuk kali kedua mencatatkan namanya di papan skor lewat gol yang diciptakannya pada menit ke-79. Menguasai bola di dalam kotak penalti, Aguero melepaskan tembakan yang membuat bola bersarang ke pojok kiri atas gawang Watford.
Gol tersebut membuat City semakin percaya diri. Aleksandar Kolarov mencetak gol pada menit ke-87 yang membuat City berbalik unggul 3-2.
Namun, itu bukan gol terakhir dalam laga ini. Pada menit-menit akhir, Aguero kembali menciptakan gol sekaligus memastikan hat-trick. Alhasil, City berhasil menutup pertandingan dengan skor 4-2.
Susunan Pemain
Manchester City: 30-Costel Pantilimon; 26-Martin Demichelis, 2-Micah Ricards (Pablo Zabaleta 46), 6-Joleon Lescott, 13-Aleksandar Kolarov; 42-Yaya Toure, 15-Jesus Navas, 17-Jack Rodwell (Vincent Kompany 46), 64-Marcos Lopes (Stevan Jovetic 57); 16-Sergio Aguero, 10-Edin Dzeko
Manajer: Manuel Pellegrini
Watford: 30-Jonathan Bond; 12-Lloyd Doyley, 6-Joel Ekstrand, 4-Gabrielle Angella, 7-Cristian Battocchio, 18-Daniel Pudil, 19-Davide Faraoni, 21-Ikechi Anya, 16-Sean Murray, 11-Fernando Forestieri, 9-Troy Deeney
Manajer: Giuseppe Sannino
City dalam tempo setengah jam dipaksa dua kali kebobolan. Gol pertama tim tamu diciptakan Fernando Forestieri pada menit ke-21.
Sembilan menit kemudian, publik Etihad kembali terdiam melihat gawang tim idolanya kebobolan oleh aksi Troy Deeney. Gol Deeney tersebut memastikan keunggulan Watford 2-0 pada babak pertama.
Selepas turun minum, Manajer City Manuel Pellegrini langsung beraksi dengan melakukan pergantian pemain. Ia memainkan Pablo Zabaleta, Vincent Kompany, dan Stevan Jovetic.
Hasilnya, City mampu memperkecil ketertinggalan berkat gol yang diciptakan Sergio Aguero. Bomber asal Argentina tersebut berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan bola muntah dari hasil tembakan Dzeko.
Aguero untuk kali kedua mencatatkan namanya di papan skor lewat gol yang diciptakannya pada menit ke-79. Menguasai bola di dalam kotak penalti, Aguero melepaskan tembakan yang membuat bola bersarang ke pojok kiri atas gawang Watford.
Gol tersebut membuat City semakin percaya diri. Aleksandar Kolarov mencetak gol pada menit ke-87 yang membuat City berbalik unggul 3-2.
Namun, itu bukan gol terakhir dalam laga ini. Pada menit-menit akhir, Aguero kembali menciptakan gol sekaligus memastikan hat-trick. Alhasil, City berhasil menutup pertandingan dengan skor 4-2.
Susunan Pemain
Manchester City: 30-Costel Pantilimon; 26-Martin Demichelis, 2-Micah Ricards (Pablo Zabaleta 46), 6-Joleon Lescott, 13-Aleksandar Kolarov; 42-Yaya Toure, 15-Jesus Navas, 17-Jack Rodwell (Vincent Kompany 46), 64-Marcos Lopes (Stevan Jovetic 57); 16-Sergio Aguero, 10-Edin Dzeko
Manajer: Manuel Pellegrini
Watford: 30-Jonathan Bond; 12-Lloyd Doyley, 6-Joel Ekstrand, 4-Gabrielle Angella, 7-Cristian Battocchio, 18-Daniel Pudil, 19-Davide Faraoni, 21-Ikechi Anya, 16-Sean Murray, 11-Fernando Forestieri, 9-Troy Deeney
Manajer: Giuseppe Sannino
Dortmund Ditahan Augsburg di Signal Iduna Park
DORTMUND - Borussia Dortmund ditahan
Augsburg 2-2 pada lanjutan Bundesliga, di Signa Iduna Park, Sabtu
(25/1/2014). Dengan hasil tersebut, Dortmund tertahan di posisi ketiga
dengan nilai 33, atau kalah empat angka dari Bayer Leverkusen di tempat
kedua dan 14 angka dari Bayern Muenchen.
Dortmund unggul lebih dulu melalui Sven Bender pada menit kelima. Dengan kepalanya, Bender meloloskan bola kiriman Marco Reus ke tengah gawang Marwin Hitz.
Angka di papan skor berubah menjadi 1-1 setelah Bender membobol gawang sendiri pada menit ke-56.
Nuri Sahin memulihkan keunggulan Dortmund pada menit ke-66. Dipercaya mengeksekusi tendangan bebas, Nuri Sahin melepaskan tendangan kaki kiri yang membuat bola melesat ke sudut kiri atas gawang tim tamu.
Enam menit setelahnya, tim tamu mengubah kedudukan menjadi 2-2, yang tak berubah hingga peluit berbunyi panjang. Gol kedua Augsburg dicetak Dong-Won Ji. Dari jarak dekat, Ji menaklukkan Roman Weidenfeller dengan sundulan, memanfatkan umpan silang Andre Hahn.
Menurut catatan Bundesliga, sepanjang pertandingan Dortmund melepaskan 18 tembakan titis, sementara Augsburg menciptakan enam tembakan akurat.
Dortmund: 1-Roman Weidenfeller; 19-Kevin Grosskreutz, 6-Sven Bender, 25-Sokratis, 29-Marcel Schmelzer; 18-Nuri Sahin, 5-Sebastian Kehl; 16-Jakub Blaszczykowski (17-Pierre-Emerick Aubameyang 6), 10-Henrik Mkhitaryan (84Julian Schieber 84), 11-Marco Reus; 9-Robert Lewandowski
Augsburg: 35-Marwin Hitz; 2-Paul Verhaegh, 18-Jan-Ingwer Callsen-Bracker, 5-Ragnar Klavan, 19-Matthias Ostrzolek; 10-Daniel Baier; 28-Andre Hahn, 6-Kevin Vogt, 7-Halil Altintop (9-Arkadiusz Milik 35, 20-Jeong-Ho Hong 88), 13-Tobias Werner; 25-Raul Bobadilla (24Dong-Won Ji 70)
Wasit: Tobias Welz
Dortmund unggul lebih dulu melalui Sven Bender pada menit kelima. Dengan kepalanya, Bender meloloskan bola kiriman Marco Reus ke tengah gawang Marwin Hitz.
Angka di papan skor berubah menjadi 1-1 setelah Bender membobol gawang sendiri pada menit ke-56.
Nuri Sahin memulihkan keunggulan Dortmund pada menit ke-66. Dipercaya mengeksekusi tendangan bebas, Nuri Sahin melepaskan tendangan kaki kiri yang membuat bola melesat ke sudut kiri atas gawang tim tamu.
Enam menit setelahnya, tim tamu mengubah kedudukan menjadi 2-2, yang tak berubah hingga peluit berbunyi panjang. Gol kedua Augsburg dicetak Dong-Won Ji. Dari jarak dekat, Ji menaklukkan Roman Weidenfeller dengan sundulan, memanfatkan umpan silang Andre Hahn.
Menurut catatan Bundesliga, sepanjang pertandingan Dortmund melepaskan 18 tembakan titis, sementara Augsburg menciptakan enam tembakan akurat.
Dortmund: 1-Roman Weidenfeller; 19-Kevin Grosskreutz, 6-Sven Bender, 25-Sokratis, 29-Marcel Schmelzer; 18-Nuri Sahin, 5-Sebastian Kehl; 16-Jakub Blaszczykowski (17-Pierre-Emerick Aubameyang 6), 10-Henrik Mkhitaryan (84Julian Schieber 84), 11-Marco Reus; 9-Robert Lewandowski
Augsburg: 35-Marwin Hitz; 2-Paul Verhaegh, 18-Jan-Ingwer Callsen-Bracker, 5-Ragnar Klavan, 19-Matthias Ostrzolek; 10-Daniel Baier; 28-Andre Hahn, 6-Kevin Vogt, 7-Halil Altintop (9-Arkadiusz Milik 35, 20-Jeong-Ho Hong 88), 13-Tobias Werner; 25-Raul Bobadilla (24Dong-Won Ji 70)
Wasit: Tobias Welz
Ronaldo Pamerkan Trofi Ballon d'Or di Santiago Bernabeu
MADRID - Penyerang Real Madrid, Cristiano
Ronaldo, merayakan keberhasilannya menjadi pemenang gelar pemain terbaik
dunia 2013 dengan memamerkan trofi Ballon d'Or di depan fans klub
sebelum pertandingan kandang menghadapi Granada, Sabtu (25/1/2014).
Sukacita pemain asal Portugal ini kian lengkap, karena dia pun mencetak
gol dalam laga di Santiago Bernabeu, yang membuat El Real menang 2-0 dan
untuk sementara menggeser Barcelona dari puncak klasemen sementara
BBVA.
Dalam persaingan memperebutkan gelar Ballon d'Or, Ronaldo menyisihkan rivalnya yang juga peraih empat kali gelar pemain terbaik dunia dari Barcelona, Lionel Messi, serta playmaker yang membawa Bayern Muenchen meraih tiga gelar musim lalu, Franck Ribery. Ini merupakan penghargaan yang kedua kalinya yang diraih Ronaldo sepanjang kariernya di sepak bola.
Mantan pemain termahal dunia ini memamerkan trofi besar berlapis emas itu kepada 85.000 pendukungnya di Bernabeu dengan latar tulisan "CR7" di layar hitam.
Ronaldo membuktikan bahwa dia memang pantas menjadi pemain terbaik dunia karena penampilannya sangat konsisten. Dalam laga melawan Granada ini, mantan pemain Manchester United tersebut membuka skor Madrid pada menit ke-56, sebelum Karim Benzema menggandakan kemenangan tuan rumah menjadi 2-0 pada menit ke-74. Satu gol dalam laga ini membuat Ronaldo kian kokoh di puncak daftar top scorer dengan torehan 22 gol, unggul 3 dari striker Atletico Madrid, Diego Costa.
Tiga poin yang diraih dari klub Andalusian itu pun menempatkan Los Blancos untuk pertama kalinya di puncak klasemen sejak Mei 2012 dengan raihan total 53 poin dari 21 laga. Mereka unggul dua angka dari Barca dan Atletico yang baru akan bermain pada Senin (27/1), ketika Atletico melawat ke markas Rayo Vallecano dan Barca menjamu Malaga.
Dalam persaingan memperebutkan gelar Ballon d'Or, Ronaldo menyisihkan rivalnya yang juga peraih empat kali gelar pemain terbaik dunia dari Barcelona, Lionel Messi, serta playmaker yang membawa Bayern Muenchen meraih tiga gelar musim lalu, Franck Ribery. Ini merupakan penghargaan yang kedua kalinya yang diraih Ronaldo sepanjang kariernya di sepak bola.
Mantan pemain termahal dunia ini memamerkan trofi besar berlapis emas itu kepada 85.000 pendukungnya di Bernabeu dengan latar tulisan "CR7" di layar hitam.
Ronaldo membuktikan bahwa dia memang pantas menjadi pemain terbaik dunia karena penampilannya sangat konsisten. Dalam laga melawan Granada ini, mantan pemain Manchester United tersebut membuka skor Madrid pada menit ke-56, sebelum Karim Benzema menggandakan kemenangan tuan rumah menjadi 2-0 pada menit ke-74. Satu gol dalam laga ini membuat Ronaldo kian kokoh di puncak daftar top scorer dengan torehan 22 gol, unggul 3 dari striker Atletico Madrid, Diego Costa.
Tiga poin yang diraih dari klub Andalusian itu pun menempatkan Los Blancos untuk pertama kalinya di puncak klasemen sejak Mei 2012 dengan raihan total 53 poin dari 21 laga. Mereka unggul dua angka dari Barca dan Atletico yang baru akan bermain pada Senin (27/1), ketika Atletico melawat ke markas Rayo Vallecano dan Barca menjamu Malaga.
Ronaldo Pimpin Madrid Geser Barcelona
MADRID - Real Madrid menang 2-0 atas
Granada dalam lanjutan Liga BBVA di Santiago Bernabeu, Sabtu
(25/1/2014). Dengan kemenangan ini, El Real mengoleksi 53 poin dari 21
pertandingan, atau unggul dua angka dari pesaing terdekat, Barcelona
yang telah memainkan 20 pertandingan.
Bermain di depan pendukungnya sendiri, Madrid tampil dominan sejak awal laga. Trio Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Gareth Bale silih berganti mengancam pertahanan tim tamu.
Namun, Madrid tak mampu bisa menciptakan satu gol pun sampai turun minum. Salah satu peluang emas dimiliki El Real pada menit-menit akhir babak pertama. Ronaldo berhasil melepaskan tendangan salto setelah memanfaatkan umpan Luka Modric. Sayang, bola hasil tendangan bintang Portugal masih bisa diblok kiper Roberto.
Ronaldo baru bisa memecah kebuntuan timnya lewat gol yang diciptakannya pada menit ke-56. Ronaldo yang berada di dalam kotak penalti berhasil menguasai bola dari Luka Modric. Tak ingin membuang kesempatan, Ronaldo melepaskan tembakan keras yang tak sanggup dibendung Roberto.
Ronaldo kembali menjadi aktor penting di balik gol Karim Benzema pada menit ke-74. Ronaldo dengan jeli memberikan bola kepada Marcelo yang berlari ke dalam kotak penalti. Bek asal Brasil tersebut kemudian mengirimkan umpan ke tengah kotak penalti yang disambut Benzema dengan tendangan keras.
Setelah itu, Madrid tetap menguasai permainan. Terlebih, Ancelotti memasukkan dua pemain baru Illarramendi dan Isco tujuh menit sebelum laga usai. Sayangnya, tak ada gol tambahan tercipta hingga laga usai.
Susunan Pemain
Real Madrid: 25-Diego Lopez; 15-Daniel Carvajal, 3-Pepe, 4-Sergio Ramos, 12-Marcelo; 14-Xabi Alonso, 19-Luka Modric, 11-Gareth Bale (Jese Rodriguez 46), 22-Angel Di Maria (Illaramendi 83), 7-Cristiano Ronaldo; 9-Karim Benzema (Isco 83)
Pelatih: Carlo Ancelotti
Granada: 13-Roberto; 16-Brayan Angulo, 24-Jeison Murillo, 5-Diego Mainz, 2-Allan Nyom; 10-Yacine Brahimi, 18-Manuel Iturra. 28-Mohammed Fatau, 20-Piti; 14-Recio (Pereira 71); 9-Youseff El Arabi
Pelatih: Lucas Alcaraz
Bermain di depan pendukungnya sendiri, Madrid tampil dominan sejak awal laga. Trio Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Gareth Bale silih berganti mengancam pertahanan tim tamu.
Namun, Madrid tak mampu bisa menciptakan satu gol pun sampai turun minum. Salah satu peluang emas dimiliki El Real pada menit-menit akhir babak pertama. Ronaldo berhasil melepaskan tendangan salto setelah memanfaatkan umpan Luka Modric. Sayang, bola hasil tendangan bintang Portugal masih bisa diblok kiper Roberto.
Ronaldo baru bisa memecah kebuntuan timnya lewat gol yang diciptakannya pada menit ke-56. Ronaldo yang berada di dalam kotak penalti berhasil menguasai bola dari Luka Modric. Tak ingin membuang kesempatan, Ronaldo melepaskan tembakan keras yang tak sanggup dibendung Roberto.
Ronaldo kembali menjadi aktor penting di balik gol Karim Benzema pada menit ke-74. Ronaldo dengan jeli memberikan bola kepada Marcelo yang berlari ke dalam kotak penalti. Bek asal Brasil tersebut kemudian mengirimkan umpan ke tengah kotak penalti yang disambut Benzema dengan tendangan keras.
Setelah itu, Madrid tetap menguasai permainan. Terlebih, Ancelotti memasukkan dua pemain baru Illarramendi dan Isco tujuh menit sebelum laga usai. Sayangnya, tak ada gol tambahan tercipta hingga laga usai.
Susunan Pemain
Real Madrid: 25-Diego Lopez; 15-Daniel Carvajal, 3-Pepe, 4-Sergio Ramos, 12-Marcelo; 14-Xabi Alonso, 19-Luka Modric, 11-Gareth Bale (Jese Rodriguez 46), 22-Angel Di Maria (Illaramendi 83), 7-Cristiano Ronaldo; 9-Karim Benzema (Isco 83)
Pelatih: Carlo Ancelotti
Granada: 13-Roberto; 16-Brayan Angulo, 24-Jeison Murillo, 5-Diego Mainz, 2-Allan Nyom; 10-Yacine Brahimi, 18-Manuel Iturra. 28-Mohammed Fatau, 20-Piti; 14-Recio (Pereira 71); 9-Youseff El Arabi
Pelatih: Lucas Alcaraz
Langganan:
Postingan (Atom)