FORTALEZA - Defender Juventus, Leonardo
Bonucci, mengaku menyesal karena tendangan penaltinya gagal membobol
gawang Spanyol pada semifinal Piala Konfederasi 2013, Kamis atau Jumat
(28/6/2013) dini hari WIB. Gara-gara kegagalan itu, Italia pun kalah.
Padahal, katanya, harusnya Italia lebih pantas ke final.
Sampai
120 menit, Spanyol dan Italia bermain imbang tanpa gol. Adu penalti pun
dilakukan. Kedua tim selalu mencetak gol dalam 5 tendangan penalti,
sehingga dilanjutkan dengan penendang lainnya. Pada tendangan ke-7,
Bonucci gagal. Sementara penendang ke-7 Spanyol, Jesus Navas, sukses
mencetak gol. Italia pun dipaksa menyerah 6-7 dalam adu penalti.
"Ada
kekecewaan. Kami benar-benar ingin lolos ke final melawan Brasil, tapi
penalti adalah sebuah lotere," sesal Bonucci seperti dikutip Sky Sport Italia.
"Kami harus memulai lagi dari pertandingan ini. Kami ingin menjadi protagonis di Piala Dunia nanti (2014)," tambahnya.
Italia
bermain dengan skema 3-4-2-1. Meski Spanyol lebih banyak dalam
penguasaan bola, tapi serangan Italia lebih sering membahayakan,
terutama di babak pertama.
"Kami melihat Italia tampil hebat dan
membuat sang juara dunia dalam tekanan. Kami seharusnya memenangkan
pertandingan dalam 90 menit," kata Bonucci.
"Kami memeprsiapkan
diri dengan baik. Berita kematian Stefano Borgonovo (mantan pemain AC
Milan dan Fiorentina) sebelum pertandingan membuat kami memiliki
semangat lebih. Kami ingin memenangkan laga dan kami dedikasikan buat
dia," tandasnya.
Cari Blog Ini
Jumat, 28 Juni 2013
Del Bosque Akui Italia Bikin Spanyol Tertekan
FORTALEZA — Pelatih timnas Spanyol, Vicente
del Bosque, memuji penampilan Italia yang mereka hadapi di semifinal
Piala Konfederasi, Kamis waktu setempat atau Jumat (28/6/2013) dini hari
WIB. Dia pun mengakui, kelelahan membuat perbedaan dalam jangka
panjang.
"Itu merupakan penampilan yang hebat dan Italia sangat tangguh, yang dalam hal ini mereka pantas unggul di babak pertama," ujar Del Bosque kepada Rai Sport seusai pertandingan.
"Ketika pertandingan berjalan, kami mulai lebih baik dan pantas meraih kemenangan di waktu tambahan. Secara keseluruhan pertandingan berimbang dan Italia mulai terlihat kelelahan sehingga kami keluar."
Duel ini berakhir imbang 0-0 setelah bermain selama 120 menit. Alhasil, pemenang laga memperebutkan tiket final ini ditentukan lewat adu penalti, dan Spanyol menjadi pemenang dengan skor 7-6. El Matador akan bertemu tuan rumah Brasil di partai puncak, Minggu (30/6/2013).
"Emanuele Giaccherini sangat impresif, seperti Christian Maggio dan juga Andrea Pirlo. Cesare Prandelli pantas mendapatkan kredit atas permainan mereka dari sayap bersama Maggio dan Giaccherini, yang dalam hal ini kecepatan mereka membuat Spanyol tertekan."
"Alberto Gilardino juga bermain fantastis, dia terus-menerus memberikan kesulitan dan memegang bola untuk rekan-rekannya. Dia membuat Mario Balotelli terlupakan."
"Itu merupakan penampilan yang hebat dan Italia sangat tangguh, yang dalam hal ini mereka pantas unggul di babak pertama," ujar Del Bosque kepada Rai Sport seusai pertandingan.
"Ketika pertandingan berjalan, kami mulai lebih baik dan pantas meraih kemenangan di waktu tambahan. Secara keseluruhan pertandingan berimbang dan Italia mulai terlihat kelelahan sehingga kami keluar."
Duel ini berakhir imbang 0-0 setelah bermain selama 120 menit. Alhasil, pemenang laga memperebutkan tiket final ini ditentukan lewat adu penalti, dan Spanyol menjadi pemenang dengan skor 7-6. El Matador akan bertemu tuan rumah Brasil di partai puncak, Minggu (30/6/2013).
"Emanuele Giaccherini sangat impresif, seperti Christian Maggio dan juga Andrea Pirlo. Cesare Prandelli pantas mendapatkan kredit atas permainan mereka dari sayap bersama Maggio dan Giaccherini, yang dalam hal ini kecepatan mereka membuat Spanyol tertekan."
"Alberto Gilardino juga bermain fantastis, dia terus-menerus memberikan kesulitan dan memegang bola untuk rekan-rekannya. Dia membuat Mario Balotelli terlupakan."
Casillas: Spanyol Cuma Menang Beruntung
FORTALEZA —
Kiper tim nasional Spanyol, Iker Casillas, merasa beruntung negaranya
bisa melaju ke babak final Piala Konfederasi 2013. Kemenangan atas
Italia di babak semifinal, Kamis atau Jumat (28/6/2013), dianggap
Casillas hanya bagai sebuah lotre.
Spanyol menyingkirkan perlawanan alot Italia lewat babak adu penalti. Sepanjang 120 menit pertandingan, termasuk masa perpanjangan waktu, kedua tim bermain imbang tanpa gol. Pemenang pun harus dipastikan lewat adu penalti. Pada drama ini, Leonardo Bonucci gagal menyarangkan bola. Spanyol pun menang 7-6.
"Penalti adalah sebuah lotre. Kami hanya beruntung bisa menang," ungkap Casillas seusai pertandingan.
Casillas mengomentari calon lawan Spanyol di final, yakni Brasil. Menurut Casillas, Spanyol harus bermain lebih baik lagi jika ingin keluar sebagai juara Piala Konfederasi 2013.
"Pada Minggu nanti, kami akan bertemu lawan hebat, Brasil. Kami harus bermain baik untuk memenangi pertandingan," pungkasnya.
Spanyol menyingkirkan perlawanan alot Italia lewat babak adu penalti. Sepanjang 120 menit pertandingan, termasuk masa perpanjangan waktu, kedua tim bermain imbang tanpa gol. Pemenang pun harus dipastikan lewat adu penalti. Pada drama ini, Leonardo Bonucci gagal menyarangkan bola. Spanyol pun menang 7-6.
"Penalti adalah sebuah lotre. Kami hanya beruntung bisa menang," ungkap Casillas seusai pertandingan.
Casillas mengomentari calon lawan Spanyol di final, yakni Brasil. Menurut Casillas, Spanyol harus bermain lebih baik lagi jika ingin keluar sebagai juara Piala Konfederasi 2013.
"Pada Minggu nanti, kami akan bertemu lawan hebat, Brasil. Kami harus bermain baik untuk memenangi pertandingan," pungkasnya.
Spanyol Kalahkan Italia lewat Adu Penalti
FORTALEZA — Spanyol berhasil melaju ke
babak final Piala Konfederasi 2013. Pada laga semifinal Piala
Konfederasi 2013 di Stadion Castelao, Fortaleza, Kamis atau Jumat
(28/6/2013) dini hari WIB, Spanyol menyingkirkan perlawanan alot Italia
lewat babak adu penalti.
Sepanjang 120 menit pertandingan, termasuk masa perpanjangan waktu, kedua tim bermain imbang tanpa gol. Pemenang pun harus dipastikan lewat adu penalti. Pada drama ini, Leonardo Bonucci gagal menyarangkan bola. Spanyol pun menang 7-6.
Pada awal mula pertandingan, Italia sempat tertekan dengan serangan kilat Spanyol. Baru memasuki menit ke-2, Pedro Rodriguez sudah memiliki peluang mencetak gol. Sayangnya, sepakan Pedro dari luar kotak penalti masih menyamping dari sasaran.
Setelah kesempatan pertama tersebut, Italia bertahan dengan sangat baik. Spanyol memang memegang penuh kendali serangan. Namun, upaya Andres Iniesta dkk selalu gagal menembus rapatnya trio bek Italia yang bermain di Juventus, Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci, dan Giorgio Chiellini.
Italia justru berhasil menghadirkan ancaman bagi gawang La Furia Roja yang dikawal Iker Casillas. Pada menit ke-15, Alberto Gilardino mendapatkan umpan silang mendatar dari Christian Maggio. Akan tetapi, tembakan Gilardino masih melenceng dari gawang Casillas.
Dua menit berselang, Italia mempunyai dua peluang mencetak gol. Namun, lagi-lagi, kesempatan kali ini yang didapat Maggio dan Daniele De Rossi masih gagal menggetarkan jala Spanyol.
Pasukan Cesare Prandelli mengandalkan serangan balik yang cukup efektif. Sepuluh menit sebelum jeda, Maggio memperoleh peluang terbaik dalam laga tersebut. Umpan Emanuele Giaccherini disambut sundulan Maggio dari jarak dekat. Namun, Casillas tampil menawan di bawah mistar dengan menahan sundulan tersebut.
Satu menit kemudian, gantian Spanyol memberikan tekanan. Fernando Torres nyaris menambah pundi-pundi golnya di ajang ini. Mengecoh Barzagli, Torres lantas melepaskan sepakan kaki kiri yang gagal dihalau Buffon. Sayangnya, bola tembakan Torres hanya menyamping tipis dari gawang Italia. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 0-0.
Pada babak kedua, Italia tampil semakin bagus. Para gelandang Gli Azzurri yang dikomandoi Andrea Pirlo mulai berani melawan trio gelandang Spanyol, Xavi Hernandez, Sergio Busquets, dan Iniesta.
Sementara itu, Spanyol tampil justru tak seperti biasanya pada babak kedua ini. Tekanan-tekanan serta penguasaan bola yang biasa menjadi andalan Spanyol kali ini berhasil dimatikan Italia.
Sadar permainan tak berkembang, Spanyol mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan memasukkan Jesus Navas menggantikan David Silva. Navas dibutuhkan untuk menambah daya gedor di sektor sayap.
Pada pertengahan babak kedua, Spanyol memperoleh peluang lewat Iniesta. Tak ada rekan yang bisa diumpan, Iniesta secara mengejutkan langsung menggiring bola menembus pertahanan Italia. Pemain Barcelona itu kemudian melepaskan tembakan dari jarak jauh yang ternyata menyamping dari sasaran.
Meski lebih mendominasi, Italia gagal memberikan ancaman berarti sepanjang babak kedua. Spanyol malahan hampir menutup pertandingan pada akhir-akhir waktu normal. Umpan silang Navas disambut Gerard Pique yang merangsek naik ke pertahanan Italia. Namun, tendangan Pique melambung di atas mistar Italia.
Waktu normal 2 x 45 menit berkesudahan tanpa gol. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu 2 x 15 menit.
Memasuki babak ini, kedua tim juga masih tak mampu mencetak gol ke gawang lawan masing-masing. Hanya dua peluang bersih yang didapat kedua tim.
Pada menit ke-99, Giaccherini menerima umpan silang yang langsung disambar dengan tembakan keras kaki kiri. Casillas tak bergerak, tetapi bola hanya membentur tiang gawang.
Lima menit sebelum babak perpanjangan waktu berakhir, giliran Xavi yang melepaskan tendangan membentur tiang. Bola sepakan Xavi membuat Buffon agak kesulitan menahannya. Beruntung bola tak masuk ke gawang Italia.
Dewi Fortuna rupanya memihak ke kubu Spanyol. Pada babak adu penalti, Spanyol sukses menang 7-6. Sampai penendang keenam dari masing-masing tim, seluruhnya sukses menyarangkan bola. Namun, pada penendang ketujuh Italia, Bonucci, tembakannya melenceng jauh dari sasaran. Sementara itu, penentu kemenangan Spanyol adalah Jesus Navas.
Spanyol pun berhak melaju ke partai final setelah menang 7-6 atas Italia. Di final, Spanyol sudah ditunggu tuan rumah, Brasil. Laga final akan dilangsungkan pada Minggu (30/8/2013) di Stadion Maracana.
Susunan pemain
Spanyol: 1-Iker Casillas; 17-Alvaro Arbeloa, 3-Gerard Pique, 15-Sergio Ramos, 18-Jordi Alba; 16-Sergio Busquets; 8-Xavi Hernandez, 6-Andres Iniesta; 21-David Silva (22-Jesus Navas 53), 11-Pedro Rodriguez (13-Juan Mata 79); 9-Fernando Torres (4-Javi Martinez 94)
Pelatih: Vicente del Bosque
Italia: 1-Gianluigi Buffon; 2-Christian Maggio, 15-Andrea Barzagli (18-Riccardo Montolivo 46), 19-Leonardo Bonucci, 3-Giorgio Chiellini; 16-Daniele De Rossi, 21-Andrea Pirlo, 8-Claudio Marchisio (7-Alberto Aquilani 80); 6-Antonio Candreva, 22-Emanuele Giaccherini; 11-Alberto Gilardino (10-Sebastian Giovinco 91)
Pelatih: Cesare Prandelli
Wasit: Howard Webb (Inggris)
Sepanjang 120 menit pertandingan, termasuk masa perpanjangan waktu, kedua tim bermain imbang tanpa gol. Pemenang pun harus dipastikan lewat adu penalti. Pada drama ini, Leonardo Bonucci gagal menyarangkan bola. Spanyol pun menang 7-6.
Pada awal mula pertandingan, Italia sempat tertekan dengan serangan kilat Spanyol. Baru memasuki menit ke-2, Pedro Rodriguez sudah memiliki peluang mencetak gol. Sayangnya, sepakan Pedro dari luar kotak penalti masih menyamping dari sasaran.
Setelah kesempatan pertama tersebut, Italia bertahan dengan sangat baik. Spanyol memang memegang penuh kendali serangan. Namun, upaya Andres Iniesta dkk selalu gagal menembus rapatnya trio bek Italia yang bermain di Juventus, Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci, dan Giorgio Chiellini.
Italia justru berhasil menghadirkan ancaman bagi gawang La Furia Roja yang dikawal Iker Casillas. Pada menit ke-15, Alberto Gilardino mendapatkan umpan silang mendatar dari Christian Maggio. Akan tetapi, tembakan Gilardino masih melenceng dari gawang Casillas.
Dua menit berselang, Italia mempunyai dua peluang mencetak gol. Namun, lagi-lagi, kesempatan kali ini yang didapat Maggio dan Daniele De Rossi masih gagal menggetarkan jala Spanyol.
Pasukan Cesare Prandelli mengandalkan serangan balik yang cukup efektif. Sepuluh menit sebelum jeda, Maggio memperoleh peluang terbaik dalam laga tersebut. Umpan Emanuele Giaccherini disambut sundulan Maggio dari jarak dekat. Namun, Casillas tampil menawan di bawah mistar dengan menahan sundulan tersebut.
Satu menit kemudian, gantian Spanyol memberikan tekanan. Fernando Torres nyaris menambah pundi-pundi golnya di ajang ini. Mengecoh Barzagli, Torres lantas melepaskan sepakan kaki kiri yang gagal dihalau Buffon. Sayangnya, bola tembakan Torres hanya menyamping tipis dari gawang Italia. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 0-0.
Pada babak kedua, Italia tampil semakin bagus. Para gelandang Gli Azzurri yang dikomandoi Andrea Pirlo mulai berani melawan trio gelandang Spanyol, Xavi Hernandez, Sergio Busquets, dan Iniesta.
Sementara itu, Spanyol tampil justru tak seperti biasanya pada babak kedua ini. Tekanan-tekanan serta penguasaan bola yang biasa menjadi andalan Spanyol kali ini berhasil dimatikan Italia.
Sadar permainan tak berkembang, Spanyol mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan memasukkan Jesus Navas menggantikan David Silva. Navas dibutuhkan untuk menambah daya gedor di sektor sayap.
Pada pertengahan babak kedua, Spanyol memperoleh peluang lewat Iniesta. Tak ada rekan yang bisa diumpan, Iniesta secara mengejutkan langsung menggiring bola menembus pertahanan Italia. Pemain Barcelona itu kemudian melepaskan tembakan dari jarak jauh yang ternyata menyamping dari sasaran.
Meski lebih mendominasi, Italia gagal memberikan ancaman berarti sepanjang babak kedua. Spanyol malahan hampir menutup pertandingan pada akhir-akhir waktu normal. Umpan silang Navas disambut Gerard Pique yang merangsek naik ke pertahanan Italia. Namun, tendangan Pique melambung di atas mistar Italia.
Waktu normal 2 x 45 menit berkesudahan tanpa gol. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu 2 x 15 menit.
Memasuki babak ini, kedua tim juga masih tak mampu mencetak gol ke gawang lawan masing-masing. Hanya dua peluang bersih yang didapat kedua tim.
Pada menit ke-99, Giaccherini menerima umpan silang yang langsung disambar dengan tembakan keras kaki kiri. Casillas tak bergerak, tetapi bola hanya membentur tiang gawang.
Lima menit sebelum babak perpanjangan waktu berakhir, giliran Xavi yang melepaskan tendangan membentur tiang. Bola sepakan Xavi membuat Buffon agak kesulitan menahannya. Beruntung bola tak masuk ke gawang Italia.
Dewi Fortuna rupanya memihak ke kubu Spanyol. Pada babak adu penalti, Spanyol sukses menang 7-6. Sampai penendang keenam dari masing-masing tim, seluruhnya sukses menyarangkan bola. Namun, pada penendang ketujuh Italia, Bonucci, tembakannya melenceng jauh dari sasaran. Sementara itu, penentu kemenangan Spanyol adalah Jesus Navas.
Spanyol pun berhak melaju ke partai final setelah menang 7-6 atas Italia. Di final, Spanyol sudah ditunggu tuan rumah, Brasil. Laga final akan dilangsungkan pada Minggu (30/8/2013) di Stadion Maracana.
Susunan pemain
Spanyol: 1-Iker Casillas; 17-Alvaro Arbeloa, 3-Gerard Pique, 15-Sergio Ramos, 18-Jordi Alba; 16-Sergio Busquets; 8-Xavi Hernandez, 6-Andres Iniesta; 21-David Silva (22-Jesus Navas 53), 11-Pedro Rodriguez (13-Juan Mata 79); 9-Fernando Torres (4-Javi Martinez 94)
Pelatih: Vicente del Bosque
Italia: 1-Gianluigi Buffon; 2-Christian Maggio, 15-Andrea Barzagli (18-Riccardo Montolivo 46), 19-Leonardo Bonucci, 3-Giorgio Chiellini; 16-Daniele De Rossi, 21-Andrea Pirlo, 8-Claudio Marchisio (7-Alberto Aquilani 80); 6-Antonio Candreva, 22-Emanuele Giaccherini; 11-Alberto Gilardino (10-Sebastian Giovinco 91)
Pelatih: Cesare Prandelli
Wasit: Howard Webb (Inggris)
Kamis, 27 Juni 2013
Spanyol Vs Italia, Bolong di Pertahanan Halangi Misi Balas Dendam
FORTALEZA — Nyaris satu tahun setelah babak
final Piala Dunia 2012, Spanyol dan Italia kembali bertemu. Kedua tim
Semenanjung Iberia ini akan saling sikut dalam babak semifinal Piala
Konfederasi 2013 di Estadio Governador Placido Aderaldo Castelo,
Fortaleza, Kamis (27/3/2013) atau Jumat dini hari WIB tersebut. Namun,
Italia dipastikan tidak akan mau mengulang kekalahan memalukan di
Stadion Olympic, Kiev, 1 Juli 2012 tersebut.
Ketika itu, Italia kalah 0-4 lewat gol-gol David Silva, Jordi Alba, Fernando Torres, dan Juan Mata. Gli Azzuri jelas akan menempuh cara terbaik untuk bisa membalaskan dendam tersebut meski tentu tak bakal mudah.
Perjalanan Italia di Piala Konfederasi sebenarnya tak terlalu mulus. Menang 2-1 atas Meksiko di pertandingan pertama, Italia harus bersusah payah meladeni Jepang di pertandingan kedua dan terakhir menelan kekalahan 2-4 dari Brasil. Gianluigi Buffon, kiper sekaligus kapten tim Italia, menyoroti penampilan timnya, terutama lini pertahanan.
"Kami harus berhenti kebobolan. Tim dengan bakat dan level kemampuan seperti Italia seharusnya tak membuat kesalahan di lini pertahanan," keluhnya.
Selain itu, mereka dipastikan tak akan diperkuat oleh Mario Balotelli dan Ignazio Abate yang cedera, dan kondisi Riccardo Montolivo dan Andrea Pirlo yang masih meragukan. Sejumlah masalah ini tentu bisa menghalangi misi balas dendam Italia.
Di sisi lain, Spanyol cenderung tak menemui kesulitan dalam berlaga di Piala Konfederasi. Di fase grup, Xavi Hernandez dan kawan-kawan meraup angka sempurna dari tiga kemenangan melawan Uruguay, Tahiti, dan Nigeria. Superioritas juara dunia 2010 ini pun disadari betul oleh Pelatih Italia, Cesare Prandelli.
"Spanyol adalah tim terbaik dunia dan mereka membuktikan itu dalam empat atau lima tahun terakhir. Mereka nyaris sulit dikalahkan," jelas Prandelli.
Meski di atas kertas berada dalam kondisi sedikit lebih unggul, Spanyol tetap ogah bersikap jemawa. "Kami harus waspada pada mereka. Italia sangat superior dan punya banyak pemain yang tampil bagus, terutama Emanuele Giaccherini. Tak adanya Balotelli tak akan menyusahkan mereka. Banyak pemain yang bisa menggantikan Balotelli," tukas entrenador Spanyol, Vicente del Bosque.
Pendapat Del Bosque pun didukung oleh pernyataan salah satu pemainnya, Sergio Busquets. Menurut pilar Barcelona ini, Italia adalah tim dengan pemain-pemain serba bisa.
"Pemain mereka bisa bertukar posisi. Kami tahu betul soal itu dan terus berusaha memikirkan apa yang bisa kami lakukan untuk beradaptasi dengan sistem permainan mereka," kata Busquets.
Secara tersirat ia pun menolak anggapan bahwa Spanyol lebih difavoritkan dalam pertandingan nanti. "Di tahap kompetisi seperti ini tak ada lagi tim favorit. Setiap detail kecil bisa berarti kemenangan menuju final, atau justru kalah," pungkasnya.
Siaran langsung:
Jumat 28 Juni 2013, ANTV dan TVone, pukul 02.00 WIB LIVE
Perkiraan susunan pemain
Spanyol: Casillas; Alba, Ramos, Pique, Arbeloa; Xavi, Busquets, Iniesta; Pedro, Soldado, Fabregas
Pelatih: Vicente del Bosque
Italia: Buffon; Chiellini, Bonucci, Barzagli; Sciglio, Pirlo, Rossi, Aquilani, Maggio; Shaarawy, Gilardino
Pelatih: Cesare Prandelli
Kemungkinan absen:
Spanyol: -
Italia: Mario Balotelli, Ignazio Abate (cedera), Riccardo Montolivo, Andrea Pirlo (meragukan)
Lima pertemuan terakhir
01-07-2012 Spanyol 4-0 Italia (Final Piala Eropa 2012)
10-06-2012 Spanyol 1-1 Italia (Grup C Piala Eropa 2012)
10-08-2011 Italia 2-1 Spanyol (pertandingan uji coba)
22-06-2008 Spanyol 0-0 Italia (semifinal Piala Eropa 2008)*
26-03-2008 Spain 1-0 Italia (pertandingan uji coba)
*Spanyol menang lewat adu penalti
Performa lima laga terakhir
Spanyol: M-M-M-M-M
Italia: M-S-M-M-K
Ketika itu, Italia kalah 0-4 lewat gol-gol David Silva, Jordi Alba, Fernando Torres, dan Juan Mata. Gli Azzuri jelas akan menempuh cara terbaik untuk bisa membalaskan dendam tersebut meski tentu tak bakal mudah.
Perjalanan Italia di Piala Konfederasi sebenarnya tak terlalu mulus. Menang 2-1 atas Meksiko di pertandingan pertama, Italia harus bersusah payah meladeni Jepang di pertandingan kedua dan terakhir menelan kekalahan 2-4 dari Brasil. Gianluigi Buffon, kiper sekaligus kapten tim Italia, menyoroti penampilan timnya, terutama lini pertahanan.
"Kami harus berhenti kebobolan. Tim dengan bakat dan level kemampuan seperti Italia seharusnya tak membuat kesalahan di lini pertahanan," keluhnya.
Selain itu, mereka dipastikan tak akan diperkuat oleh Mario Balotelli dan Ignazio Abate yang cedera, dan kondisi Riccardo Montolivo dan Andrea Pirlo yang masih meragukan. Sejumlah masalah ini tentu bisa menghalangi misi balas dendam Italia.
Di sisi lain, Spanyol cenderung tak menemui kesulitan dalam berlaga di Piala Konfederasi. Di fase grup, Xavi Hernandez dan kawan-kawan meraup angka sempurna dari tiga kemenangan melawan Uruguay, Tahiti, dan Nigeria. Superioritas juara dunia 2010 ini pun disadari betul oleh Pelatih Italia, Cesare Prandelli.
"Spanyol adalah tim terbaik dunia dan mereka membuktikan itu dalam empat atau lima tahun terakhir. Mereka nyaris sulit dikalahkan," jelas Prandelli.
Meski di atas kertas berada dalam kondisi sedikit lebih unggul, Spanyol tetap ogah bersikap jemawa. "Kami harus waspada pada mereka. Italia sangat superior dan punya banyak pemain yang tampil bagus, terutama Emanuele Giaccherini. Tak adanya Balotelli tak akan menyusahkan mereka. Banyak pemain yang bisa menggantikan Balotelli," tukas entrenador Spanyol, Vicente del Bosque.
Pendapat Del Bosque pun didukung oleh pernyataan salah satu pemainnya, Sergio Busquets. Menurut pilar Barcelona ini, Italia adalah tim dengan pemain-pemain serba bisa.
"Pemain mereka bisa bertukar posisi. Kami tahu betul soal itu dan terus berusaha memikirkan apa yang bisa kami lakukan untuk beradaptasi dengan sistem permainan mereka," kata Busquets.
Secara tersirat ia pun menolak anggapan bahwa Spanyol lebih difavoritkan dalam pertandingan nanti. "Di tahap kompetisi seperti ini tak ada lagi tim favorit. Setiap detail kecil bisa berarti kemenangan menuju final, atau justru kalah," pungkasnya.
Siaran langsung:
Jumat 28 Juni 2013, ANTV dan TVone, pukul 02.00 WIB LIVE
Perkiraan susunan pemain
Spanyol: Casillas; Alba, Ramos, Pique, Arbeloa; Xavi, Busquets, Iniesta; Pedro, Soldado, Fabregas
Pelatih: Vicente del Bosque
Italia: Buffon; Chiellini, Bonucci, Barzagli; Sciglio, Pirlo, Rossi, Aquilani, Maggio; Shaarawy, Gilardino
Pelatih: Cesare Prandelli
Kemungkinan absen:
Spanyol: -
Italia: Mario Balotelli, Ignazio Abate (cedera), Riccardo Montolivo, Andrea Pirlo (meragukan)
Lima pertemuan terakhir
01-07-2012 Spanyol 4-0 Italia (Final Piala Eropa 2012)
10-06-2012 Spanyol 1-1 Italia (Grup C Piala Eropa 2012)
10-08-2011 Italia 2-1 Spanyol (pertandingan uji coba)
22-06-2008 Spanyol 0-0 Italia (semifinal Piala Eropa 2008)*
26-03-2008 Spain 1-0 Italia (pertandingan uji coba)
*Spanyol menang lewat adu penalti
Performa lima laga terakhir
Spanyol: M-M-M-M-M
Italia: M-S-M-M-K
Scolari: Maju ke Final Sudah Jadi Misi Brasil
BELO HORIZONTE — Pelatih Brasil, Luiz
Felipe Scolari, tak sanggup menyembunyikan kegembiraannya atas
kesuksesan timnya melaju ke babak final Piala Konfederasi 2013 setelah
menekuk Uruguay 2-1 di semifinal. Menurut mantan pelatih Chelsea ini,
timnya memang sudah menargetkan maju ke babak final.
"Kami harus memenangkan pertandingan seperti ini untuk belajar cara menang di Piala Dunia. Tim kami diisi banyak pemain muda dan pertandingan seperti ini membantu kami berkembang," jelas pelatih yang berjasa membawa Brasil meraih penta (gelar juara dunia kelima) pada Piala Dunia 2002 ini.
Selecao unggul lebih dulu di babak pertama melalui gol Fred. Sempat dikejutkan oleh gol Edinson Cavani di awal babak kedua, Brasil memastikan kemenangan melalui gol Paulinho empat menit jelang bubaran.
Scolari pun mengeluarkan pujian atas usaha keras para pemainnya.
"Saya tak bisa mengatakan apa-apa lagi. Saya bangga dengan para pemain saya," kata Scolari. Tak lupa Scolari menyoroti dukungan total para suporter serta efeknya bagi tim.
"Para pemain melakukan ini demi para suporter. Karena itu, mereka bisa menghalangi rintangan," pungkas eks pelatih Portugal ini.
Dalam partai final yang digelar pada hari Minggu (30/6/2013) waktu setempat di Stadion Maracana, Brasil akan menghadapi pemenang pertandingan Spanyol melawan Italia.
"Kami harus memenangkan pertandingan seperti ini untuk belajar cara menang di Piala Dunia. Tim kami diisi banyak pemain muda dan pertandingan seperti ini membantu kami berkembang," jelas pelatih yang berjasa membawa Brasil meraih penta (gelar juara dunia kelima) pada Piala Dunia 2002 ini.
Selecao unggul lebih dulu di babak pertama melalui gol Fred. Sempat dikejutkan oleh gol Edinson Cavani di awal babak kedua, Brasil memastikan kemenangan melalui gol Paulinho empat menit jelang bubaran.
Scolari pun mengeluarkan pujian atas usaha keras para pemainnya.
"Saya tak bisa mengatakan apa-apa lagi. Saya bangga dengan para pemain saya," kata Scolari. Tak lupa Scolari menyoroti dukungan total para suporter serta efeknya bagi tim.
"Para pemain melakukan ini demi para suporter. Karena itu, mereka bisa menghalangi rintangan," pungkas eks pelatih Portugal ini.
Dalam partai final yang digelar pada hari Minggu (30/6/2013) waktu setempat di Stadion Maracana, Brasil akan menghadapi pemenang pertandingan Spanyol melawan Italia.
Rabu, 26 Juni 2013
Cristiano Ronaldo: Saya Senang Sekali Datang ke Indonesia
DENPASAR — Bintang Real Madrid Cristiano
Ronaldo mengaku sangat menikmati kunjungannya di Indonesia. Saat diminta
memberi kata sambutan oleh panitia, Ronaldo sempat malu-malu dan minta
didampingi oleh penerjemahnya.
Dalam sambutannya, Ronaldo yang hari ini secara resmi didaulat oleh pemerintah sebagai duta Mangrove Indonesia menyatakan senang berada di Indonesia.
"Saya senang sekali datang ke Indonesia," ujar Cristiano Ronaldo yang diterjemahkan oleh penerjemahnya di atas panggung.
Ucapan Ronaldo tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah dari ratusan peserta kegiatan menanam mangrove bersama ini. Dalam kesempatan ini Ronaldo juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden SBY yang sudah menyambutnya dengan baik.
Dalam sambutannya, Ronaldo yang hari ini secara resmi didaulat oleh pemerintah sebagai duta Mangrove Indonesia menyatakan senang berada di Indonesia.
"Saya senang sekali datang ke Indonesia," ujar Cristiano Ronaldo yang diterjemahkan oleh penerjemahnya di atas panggung.
Ucapan Ronaldo tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah dari ratusan peserta kegiatan menanam mangrove bersama ini. Dalam kesempatan ini Ronaldo juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden SBY yang sudah menyambutnya dengan baik.
Langganan:
Postingan (Atom)