AMSTERDAM - Pengadilan Belanda, Senin (17/6), menjatuhkan hukuman atas enam pemain sepak bola remaja dan ayah dari seorang pemain tadi karena dituduh membantai hingga tewas seorang hakim garis sukarelawan dalam sebuah pertandingan sepakbola remaja bulan Desember lalu.
Hakim garis ini dilaporkan diserang dan diinjak-dinjak saat terjatuh ke tanah. Aksi brutal itu menguncang kalangan pencinta sepakbola di negeri itu. Kantor berita AP melaporkan, hakim pengadian di Lelystad menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara kepada pria berusia 50 tahun. Pria ini merupakan orang tua dari salah seorang pemain remaja yang ikut membantai hakim garis naas tersebut.
Sementara itu terhadap lima pemain remaja, hakim menjatuhkan hukuman dua tahun penjara. Seorang pemain dijatuhi hukuman satu tahun penjara karena ikut terlibat dalam serangan itu.
Seorang pemain sepakbola remaja yang ketujuh yang berusia 15 tahun dijatuhi penahanan 30 hari karena ikut menyerang.
Aksi brutal yang berakhir dengan kematian ini terjadi pada 2 Desember di Almere, Belanda, setelah tim tuan rumah Buitenboys bermain seri 2-2 melawan Nieuw Sloten. Tim tuan rumah ini sebagian besar dari kalangan imigran yang tempat tinggalnya bertetangga dengan Amsterdam. Mereka diduga kesal dengan hakim garis itu dan kemudian menyerangnya, terjatuh ke tanah dan kemudian diinjak-injak, ditendang sampai mati. Nama hakim garis naas tersebut tidak disebutkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar