RIO DE JANEIRO — Badan Sepak Bola Dunia
(FIFA) menyatakan takkan menghentikan penyelenggaraan Piala Konfederasi
2013 meskipun terjadi unjuk rasa besar-besaran di Brasil. Lokasi
penyelenggaraan turnamen empat tahunan ini tak luput menjadi sasaran
unjuk rasa warga.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan rakyat Brasil
sudah memasuki hari keempat. Mereka menentang kebijakan pemerintah yang
mengeluarkan banyak dana untuk menggelar Piala Konfederasi dan Piala
Dunia 2014. Para pengunjuk rasa menilai Pemerintah Brasil seharusnya tak
terlalu royal mengeluarkan dana untuk merenovasi beberapa stadion dan
menggelar dua turnamen akbar itu. Sebab, saat ini banyak rakyat Brasil
kesulitan secara ekonomi.
Brasil diperkirakan menghabiskan 10
miliar euro untuk memperbaiki stadion, bandara, dan proyek lainnya demi
penyelenggaraan Piala Dunia 2014. Sekitar 90 persen dana tersebut
berasal dari dana publik.
Unjuk rasa ini bukan tidak mungkin
mengancam keselamatan peserta Piala Konfederasi. Teranyar, pemrotes
berkumpul di sekitar Stadion Maracana, Kamis (20/6/2013) waktu setempat.
Padahal, saat aksi berlangsung, stadion tersebut menggelar pertandingan
Spanyol melawan Tahiti.
Meski begitu, FIFA menyatakan, tidak ada
satu pun peserta meminta Piala Konfederasi dihentikan. Oleh karena itu,
tak ada alasan bagi FIFA tak melanjutkan turnamen empat tahunan ini.
"Kami
mendukung dan mengakui hak kebebasan berbicara dan unjuk rasa damai.
Kami mengutuk segala bentuk kekerasan. Namun, sampai saat ini, tidak
satu pun dari FIFA atau panitia lokal yang berkeinginan menghentikan
turnamen ini. Kami tidak menerima laporan tim mana pun akan meninggalkan
Brasil," jelas juru bicara FIFA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar